Lisyabab : Jurnal Studi Islam dan Sosial http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab <p>Jurnal Lisyabab adalah jurnal akademik yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAIMAS Wonogiri. Jurnal Lisyabab bertujuan untuk menerbitkan artikel di bidang studi Islam dan sosial, tidak terbatas pada hasil penelitian, tetapi studi ilmiah dan kasus-kasus lapangan.</p> <p>Jurnal Lisyabab diterbitkan dua kali setahun untuk volume yang sama. Ini memiliki tujuan untuk menyediakan media bagi akademisi, peneliti, pakar dan pengamat untuk berkomunikasi dalam kerangka pengembangan ilmiah di bidang bidang sosial dan studi Islam.</p> en-US <p>Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:</p> <ol> <li class="show">Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.</li> <li class="show">Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.</li> <li class="show">Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.</li> </ol> fadilahqotimatun19@gmail.com (Fadilah Qotimatun Puji Rahayu) lppmstaimaswonogiri@gmail.com (LPPM STAIMAS Wonogiri) Sel, 30 Jun 2026 04:32:58 +0000 OJS 3.1.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Dinamika Pembaharuan Hukum Keluarga Islam di Asia Tenggara: Studi Komparatif Pendekatan Legislasi di Malaysia dan Akulturasi Sosio-Kultural di Thailand http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/558 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pembaharuan hukum keluarga Islam merupakan respon terhadap perubahan sosial masyarakat modern guna menjamin keadilan bagi perempuan dan anak. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis model pembaharuan hukum keluarga Islam di Malaysia dan Thailand. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan komparatif hukum, penelitian ini menemukan bahwa Malaysia menerapkan pendekatan yang berpusat pada negara (berpusat pada negara) melalui kodifikasi Penetapan Hukum Keluarga Islam. Sebaliknya, Thailand menggunakan pendekatan yang berpusat pada komunitas (berpusat pada komunitas), di mana hukum keluarga Islam beroperasi sebagai hukum yang hidup di wilayah Selatan (Pattani, Yala, Narathiwat, dan Satun) dengan melibatkan otoritas Qadhi. Perbedaan ini dipengaruhi secara signifikan oleh posisi politik umat Islam sebagai mayoritas di Malaysia dan minoritas di Thailand. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman hukum Islam memungkinkan adaptasi yang berbeda-beda tergantung pada struktur hukum nasional dan konfigurasi politik negara.</span></span></p> Aisyah Nurhalisha Mursyida, Syaikhu Syaikhu, Syarifuddin Syarifuddin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/558 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Penerapan Komunikasi Organisasi dan Bisnis Model Canvas dalam Meningkatkan Kesejahteraan Kelompok Tani Belimbing Artha Mandiri Tulungagung Jawa Timur http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/390 <p>Negara Indonesia juga beriklim tropis dan salah satu tanaman atau buah yang banyak dijumpai di wilayah ini adalah buah belimbing manis (<em>Averrhoa carambola L.</em>). Tanaman belimbing manis merupakan pohon berbuah dan termasuk tanaman hortikultura yang dibudidayakan di Indonesia, sebelumnya jenis pohon belimbing berbuah berasal dari Negara Malaysia, kemudian tersebar luas ke negara-negara yang beriklim tropis, termasuk Negara Indonesia Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif untuk Penerapan Komunikasi Organisasi dan Bisnis Model Canvas dalam Meningkatkan Kesejahteraan Kelompok Tani Belimbing Artha Mandiri Tulungagung Jawa Timur. Data utama didapat dari pengamatan wawancara dengan Masyarakat kelompok tani Artha Mandiri. Data sekunder diperoleh dari literatur yang relevan terkait bidang pembahasan komunikasi khususnya komunikasi organisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap apa yang dilakukan masyarakat.</p> Mochammad Sinung Restendy ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/390 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 English Women And The Window Of God's Love In Sufism http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/499 <p>Dalam artikel ini, kita akan membahas peran dan posisi metafisik perempuan dalam tradisi Sufi, sebuah tradisi yang jarang dibahas. Fokus utama artikel ini adalah bagaimana perempuan bergeser dari pengikut menjadi pemimpin dalam kegiatan spiritual, terutama dalam kegiatan Sufi yang terinstitusionalisasi. Tidak hanya itu, perempuan juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi tokoh-tokoh Sufi besar seperti Ibn Arabi dan Jalaluddin Rumi. Meskipun awalnya dipandang rendah dan dikaitkan dengan istilah nafs (jiwa rendah), tradisi Sufi telah memposisikan perempuan sebagai manifestasi paling sempurna dari keindahan Tuhan (jamal). Tokoh-tokoh perempuan Sufi ini termasuk mereka yang berasal dari keluarga Nabi: Khadijah, Fatimah, dan Aisyah. Dalam perkembangan Sufisme selanjutnya, terdapat tokoh-tokoh yang menjadi simbol cinta kepada Tuhan, seperti Rabi'ah al-Adawiyah dan Fatimah dari Nishapur Cordova. Artikel ini menunjukkan bahwa di jalan mistik, gender bukanlah penghalang untuk mencapai pencapaian spiritual tertinggi. Laki-laki dan perempuan dilahirkan dan memiliki hak yang sama di semua bidang, termasuk di bidang keagamaan/Sufi, yang kita pahami sebagai kesetaraan spiritual.</p> Umi - Nurhayati, Gina Mutammimah, Shofiyullah Muzammil ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/499 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Struktur Sosial Simbur Cahaya: Studi Integrasi Normatif Masyarakat Melayu Islam Sumatera Selatan http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/538 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur sosial yang terkandung dalam hukum adat <em>Simbur Cahaya</em> serta menjelaskan bagaimana integrasi normatif antara nilai adat dan nilai Islam terbentuk dalam masyarakat Melayu-Islam di Sumatera Selatan. <em>Simbur Cahaya</em>, sebagai kitab hukum adat yang disusun pada masa Ratu Sinuhun, merepresentasikan sistem sosial yang tidak hanya mengatur aspek kehidupan publik seperti tata kelola tanah, sungai, dan penyelesaian sengketa, tetapi juga menginternalisasi prinsip-prinsip hukum Islam, khususnya dalam bidang keluarga dan sanksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif-interpretatif melalui studi pustaka dan analisis dokumen historis. Kerangka teori yang digunakan adalah teori integrasi normatif dalam perspektif sosiologi, yang menekankan pada kemampuan suatu sistem sosial dalam menyatukan nilai-nilai yang beragam menjadi suatu tatanan yang harmonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sosial dalam <em>Simbur Cahaya</em> bersifat integratif, di mana norma-norma adat lokal yang bersumber dari kearifan tradisional tidak mengalami kontradiksi dengan nilai-nilai Islam, melainkan mengalami proses akomodasi dan sinkretisasi. Integrasi ini menghasilkan identitas sosial yang khas, yaitu Melayu-Islam, yang menegaskan bahwa menjadi bagian dari masyarakat adat sekaligus sebagai Muslim bukanlah dua entitas yang bertentangan, melainkan saling menguatkan. Dengan demikian, <em>Simbur Cahaya</em> tidak hanya berfungsi sebagai perangkat hukum adat, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang merekonstruksi harmoni dan kohesi sosial dalam masyarakat Sumatera Selatan.</p> Muhammad Aliyuddin, Badrudin Badrudin, Sopan Setiawan ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/538 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Implementasi Prinsip Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir dalam Relasi Pasangan Suami Istri Beda Agama http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/574 <p>This study aims to analyze the implementation of the mubadalah principle developed by Faqihuddin Abdul Kodir in the relationship of interfaith married couples in Tanjungkarang Village, Kudus Regency. This research employed a qualitative method with a sociological approach through observation, in-depth interviews, and documentation techniques. The subject of this study was Pak Gogo’s family, who experienced an interfaith household after the husband returned to Christianity following the marriage. The findings reveal that the mubadalah principle is reflected in family relations through mutual respect for religious beliefs, egalitarian communication, flexible role-sharing, and deliberative decision-making. Religious differences did not become a source of conflict within the family; instead, they created a space for the growth of tolerance, empathy, and family harmony. The implementation of the principles of mitsaqan ghalidzan, zawwaj, taradhin, mu’asyarah bil ma’ruf, and musyawarah was evident in the couple’s daily life. This study confirms that the mubadalah perspective can serve as an ethical approach in understanding interfaith family relations oriented toward mutuality, justice, and shared well-being without emphasizing normative judgments regarding the legality of interfaith marriage.</p> <p>&nbsp;</p> Aliya Karima, Lina Kushidayati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/574 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Analisis Dampak Praktik Ibadah Ramadan dan Interaksi Keluarga terhadap Ketahanan Keluarga Muslim di Kota Surakarta http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/568 <p>Bulan Ramadan memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam karena tidak hanya berkaitan dengan dimensi spiritual, tetapi juga memiliki implikasi sosial dalam kehidupan keluarga. Berbagai aktivitas keagamaan selama Ramadan, seperti sahur bersama, berbuka puasa bersama, shalat berjamaah, serta tadarus Al-Qur'an dalam keluarga berpotensi meningkatkan interaksi antaranggota keluarga dan memperkuat hubungan emosional dalam keluarga. Dalam konteks masyarakat perkotaan yang memiliki tingkat kesibukan tinggi, momentum Ramadan dapat menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan ketahanan keluarga. Namun demikian, kajian empiris yang secara khusus meneliti hubungan antara praktik ibadah Ramadan, interaksi keluarga, dan ketahanan keluarga Muslim masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik ibadah Ramadan dalam keluarga Muslim, mengidentifikasi tingkat interaksi keluarga selama Ramadan, serta menganalisis pengaruh praktik ibadah Ramadan dan interaksi keluarga terhadap ketahanan keluarga Muslim di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Populasi penelitian adalah keluarga Muslim yang berdomisili di Kota Surakarta, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert yang disebarkan kepada sekitar 100 responden keluarga Muslim. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, serta analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap ketahanan keluarga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris dalam kajian hukum keluarga Islam, khususnya terkait peran praktik ibadah dan interaksi keluarga dalam memperkuat ketahanan keluarga Muslim. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pembinaan keluarga Muslim yang memanfaatkan momentum Ramadan sebagai sarana memperkuat hubungan dan ketahanan keluarga. Kata kunci: Ramadan, praktik ibadah, interaksi keluarga, ketahanan keluarga, keluarga Muslim.</p> Muhammad Amin Choiri Setiyanto, Nur Rahmawati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/568 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Peran Konten Dakwah Tiktok pada Akun @Hananattakistory dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Islam Mahasiswa PAI UIN Mataram Angkatan 2022 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/575 <p>Perkembangan media sosial telah membawa perubahan dalam metode penyampaian dakwah Islam, khususnya melalui platform TikTok yang banyak digunakan oleh generasi muda. Meskipun TikTok sering dianggap sebagai media hiburan yang berpotensi memberikan dampak negatif, platform ini juga memiliki peluang besar sebagai sarana dakwah digital yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan isi pesan dakwah pada akun TikTok @hananattakistory serta menganalisis perannya dalam meningkatkan pemahaman agama Islam mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri Mataram angkatan 2022. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap konten dakwah akun @hananattakistory, wawancara dengan mahasiswa PAI angkatan 2022 yang aktif menggunakan TikTok, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten dakwah pada akun @hananattakistory memuat pesan aqidah, akhlak, dan syariah yang dikemas dalam bentuk motivasi, kisah inspiratif, nasihat, doa, serta ajakan hijrah dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Konten tersebut berperan dalam meningkatkan pemahaman agama mahasiswa pada aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Mahasiswa memperoleh wawasan keagamaan yang lebih luas, motivasi spiritual yang lebih kuat, serta perubahan perilaku yang lebih positif dalam kehidupan sehari-hari. Namun, efektivitasnya masih dipengaruhi oleh keterbatasan durasi video dan distraksi dari konten lain di TikTok.</p> Yana Hendriani, Akhmad Asyari, Erlan Muliadi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/575 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Komunikasi Profetik dalam Ruang Publik Digital: Implementasi Ayat-Ayat Komunikasi untuk Kesalehan di Media Sosia http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/584 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan prinsip-prinsip komunikasi profetik dalam&nbsp;ruang publik digital, khususnya di media sosial, dan mengidentifikasi bagaimana ayat-ayat&nbsp;komunikasi dalam Al-Qur'an dapat diterapkan untuk meningkatkan kesalehan dalam komunikasi&nbsp;digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis teks dari ayat-ayat Al-Qur'an yang mengatur prinsip komunikasi, serta wawancara dengan pengguna aktif media sosial.&nbsp;Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip seperti qawlan sadīdan, qawlan karīman, dan qawlan layyinan dapat mengurangi penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, serta meningkatkan&nbsp;kualitas interaksi di media sosial. Penerapan prinsip-prinsip komunikasi profetik juga dapat&nbsp;membantu menciptakan ruang publik digital yang lebih etis, damai, dan inklusif. Namun, tantangan&nbsp;seperti keberagaman audiens dan anonimitas di media sosial perlu diatasi agar prinsip-prinsip ini&nbsp;dapat diterapkan secara efektif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori komunikasi&nbsp;Islam dalam konteks digital, dengan memberikan wawasan praktis mengenai penerapan prinsip&nbsp;komunikasi berbasis nilai-nilai Islam di media sosial. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya&nbsp;regulasi dan kebijakan yang mendukung penerapan etika komunikasi di media sosial untuk&nbsp;menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan saling menghormati.</p> Anisah Indriati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/584 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Dari Pesantren ke Platform Digital: Dinamika Jejaring Ulama dalam Pengembangan Islam Nusantara http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/546 <p>Penelitian ini mengkaji transformasi jejaring ulama Nusantara dari otoritas keagamaan berbasis pesantren menuju komunikasi keagamaan berbasis digital dalam pengembangan Islam Nusantara di era digital kontemporer. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan media digital yang telah mengubah pola dakwah, transmisi pengetahuan Islam, dan otoritas keagamaan dalam masyarakat Muslim Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi jejaring ulama, mengkaji strategi dakwah digital dalam memperkuat Islam Nusantara, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang otoritas keagamaan di ruang digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode penelitian kepustakaan <em data-start="720" data-end="740">(library research)</em> yang dipadukan dengan metode deskriptif-analitis dan analisis isi <em data-start="807" data-end="827">(content analysis)</em>. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, serta berbagai sumber digital yang relevan mengenai pesantren, dakwah digital, otoritas keagamaan, dan Islam Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jejaring ulama Nusantara telah bertransformasi menjadi jejaring keagamaan hibrid yang mengintegrasikan tradisi keilmuan berbasis sanad dengan platform media digital. Pesantren dan ulama semakin memanfaatkan media sosial, platform pembelajaran daring, podcast, serta konten digital untuk menyebarkan nilai-nilai Islam moderat dan memperluas komunikasi keagamaan. Namun demikian, era digital juga menghadirkan tantangan berupa fragmentasi otoritas keagamaan, munculnya legitimasi berbasis influencer, serta penyebaran konten keagamaan yang tidak terverifikasi. Meskipun demikian, media digital memberikan peluang besar dalam memperkuat Islam Nusantara sebagai wacana Islam yang moderat, inklusif, dan kontekstual dalam masyarakat digital global.</p> Shoopa Alifiah Salsabil, Saeful Anwar, Iffan Ahmad Gufron, Masykur Masykur ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/546 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Penerapan Model Discovery Learning dalam Pembelajaran Fiqih http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/503 <p>Model <em>Discovery Learning</em> merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang menekankan keaktifan peserta didik dalam menemukan konsep secara mandiri melalui proses berpikir, eksplorasi, dan refleksi. Pendekatan ini menjadi relevan dalam pembelajaran Fiqih yang tidak hanya menuntut penguasaan pengetahuan normatif, tetapi juga pemahaman makna dan pengamalan hukum Islam secara sadar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi <em>Discovery Learning</em> dalam pembelajaran Fiqih serta mengkaji kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam berdasarkan dalil Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode <em>library research</em> yang didukung oleh analisis teoritis dan dalil naqli, khususnya ayat-ayat Al-Qur’an yang mendorong aktivitas membaca, berpikir, dan penggunaan akal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Discovery Learning</em> mampu meningkatkan keaktifan dan pemahaman peserta didik terhadap materi Fiqih, sekaligus mendorong internalisasi nilai-nilai keislaman secara lebih mendalam. Selain itu, pendekatan ini memiliki legitimasi normatif yang kuat dalam perspektif pendidikan Islam karena sejalan dengan perintah Al-Qur’an untuk menuntut ilmu secara aktif dan reflektif. Dengan demikian, <em>Discovery Learning</em> dapat dipandang sebagai model pembelajaran Fiqih yang relevan secara pedagogis dan selaras dengan nilai-nilai Islam.</p> <p>Kata kunci: <em>Discovery Learning</em>, Pembelajaran Fiqih, Pendidikan Islam, Dalil Al-Qur’an.</p> Fatin 'Arub ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/503 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Transformasi Model Pembelajaran dari Surface Learning Menuju Deep Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/549 <p>Pembelajaran PAI saat ini didominasi pendekatan <em>surface learning</em> yang berorientasi pada hafalan dan metode ceramah, sehingga menyebabkan kesenjangan antara nilai akademik dengan perilaku siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelemahan <em>surface learning</em>, memperkenalkan prinsip <em>deep learning</em> (<em>mindful, meaningful, joyful</em>), dan merumuskan strategi transformasinya dalam PAI. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (<em>library research</em>) dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>surface learning</em> menghambat kemampuan analisis karena fokus pada pemenuhan administratif. Strategi <em>deep learning</em> dioperasionalkan melalui diskusi reflektif (<em>mindful</em>), penggunaan media interaktif dan <em>ice breaking</em> (<em>joyful</em>), serta penerapan <em>advance organizer</em>, diferensiasi progresif, belajar superordinat, dan penyesuaian integratif (<em>meaningful</em>). Transformasi dilakukan dengan mengubah peran guru dari otoritas menjadi fasilitator guna mendekonstruksi budaya hierarkis, serta merekonstruksi asesmen dari bentuk LOTS menjadi asesmen formatif, otentik, dan soal berbasis HOTS.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong>&nbsp;surface learning; deep learning; Pendidikan Agama Islam; mindful learning.</p> Maulana Iskandar ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/549 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Akad Salam dalam Transaksi Tanah Pemakaman Perspektif Hukum Islam : Studi Desa Donggala Kab Kolaka http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/526 <p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi akad <em>salam </em>dalam praktik jual beli tanah pemakaman di Desa Donggala Kabupaten Kolaka ditinjau dari perspektik hukum Islam. Fokus penelitian ini meliputi praktik akad <em>salam</em> dalam jual beli tanah pemakaman, respons masyarakat terhadap sistem pembayarannya, serta keseuaiannya dengan ketentuan akad <em>salam</em> dalam hukum Islam. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normative syar’I dan fenomenologis. Sumber data diperoleh dari tokoh adama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, pemilik tanah, serta masyarakat setempat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melaui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Artikel menunjukkan bahwa: (1) Praktik akad <em>salam</em> dalam jual beli tanah pemakaman di Desa Donggal dilakukan dengan sistem pembayaran di awal, namun belum disertai kejelasan Lokasi, batas lahan, serta dokumentasi tertulis, (2) Respons masyarakat terhadap sistem pembayaran tersebut cenderung positif karena memberikan kepastian dan ketenangan bagi keluarga dalam mempersiapkan lahan pemakaman, (3) Penerapan akad <em>salam</em> dalam transaksi tersebut belum sepenuhnya memenuhi rukun dan syarat akad <em>salam</em> dalam hukum Islam, khusunya terkait kejelasan objek akad, kepastian waktu pemanfaatan, serta pencatatan perjanjian, sehingga masih berpotensi mengandung unsur <em>gharar</em>.Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penataan Kembali sistem pembayaran dan pengelolaan tanah pemkaman agar selaras dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan dalam hukum Islam. Selain itu, diperlukan pedoman pengelolaan pemakamn berbasis syariah serta sosialisasi mengenai akad dan pentingnya dokumentasu perjanjian guna melindungi hak masyarakat dan mencegah konflik di kemudian hari.&nbsp;&nbsp;</p> Ria Oktaviani, Asni Asni, Musfikah Ilyas ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/526 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Bahasa dan Identitas Sosial Generasi Muda dalam Lirik Lagu Evaluasi: Kajian Sosiolinguistik http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/501 <p>Abstrak Penelitian ini mengkaji hubungan antara bahasa dan identitas sosial generasi muda dalam lirik lagu <em>“Evaluasi”</em> karya Hindia melalui pendekatan sosiolinguistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk variasi bahasa yang digunakan dalam lirik lagu serta menjelaskan peran variasi bahasa tersebut dalam merepresentasikan dan membentuk identitas sosial generasi muda Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menjadikan lirik lagu sebagai objek kajian utama. Data penelitian berupa teks lirik lagu <em>“Evaluasi”</em> yang dianalisis berdasarkan variasi bahasa, meliputi penggunaan ragam bahasa nonbaku, slang, alih kode, serta repetisi linguistik. Analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi dengan mengaitkan temuan linguistik pada konteks sosial generasi muda urban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ragam bahasa nonbaku dan slang dalam lirik lagu berfungsi sebagai strategi linguistik untuk membangun kedekatan emosional serta menegaskan identitas kelompok generasi muda. Selain itu, penggunaan repetisi linguistik merepresentasikan proses refleksi diri dan konflik batin yang dialami generasi muda dalam menghadapi tekanan sosial dan ketidakpastian hidup. Variasi bahasa yang digunakan dalam lirik lagu tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetis, tetapi juga sebagai praktik sosial yang merefleksikan pengalaman, emosi, dan posisi sosial generasi muda dalam masyarakat kontemporer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lirik lagu <em>“Evaluasi”</em> dapat dipahami sebagai teks sosial yang merekam dinamika identitas sosial generasi muda Indonesia. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian sosiolinguistik, khususnya dalam memahami peran bahasa dalam musik populer sebagai medium pembentukan identitas sosial.</p> Sofia Laila Rahmah, Ade Nandang, Asep Supianudin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/501 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengembangan Komik Digital “MADANI” sebagai Media Pembelajaran PAI untuk Menanamkan Akhlak Siswa Kelas V SD http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/531 <p>This study aims to develop a digital comic learning media to improve students’ understanding in Islamic Religious Education. The background of this research is the lack of engaging and interactive learning media that can attract students’ interest, especially at the elementary school level. This study uses Research and Development (R&amp;D) method with stages including needs analysis, product design, development, and evaluation. The product developed is a digital comic presented in flipbook format, containing Islamic values delivered through simple narratives and attractive illustrations. The results show that the digital comic media is feasible to use and can increase students’ motivation and understanding of the material. Students become more interested in learning and can more easily grasp the concepts presented through visual storytelling. Therefore, digital comics can be an effective alternative learning media in Islamic Religious Education.</p> Ani Nur Aeni, Dliya Nuha Shofiyah Nurodin, Reysa Maria Auliya Tanjung, Zalda Sandriana Nurkhofipah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/531 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Implementasi Nilai Persatuan dalam Membentuk Toleransi pada Keberagaman Anggota Ekstrakurikuler Pencak Silat di SMA Negeri 1 Simo, Kabupaten Boyolali http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/525 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena konflik antarperguruan pencak silat di Kabupaten Boyolali yang menunjukkan bahwa keberagaman berpotensi menimbulkan konflik apabila tidak dikelola dengan baik. Namun, kondisi berbeda terlihat pada kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di SMA Negeri 1 Simo, di mana anggota dari berbagai perguruan mampu menjalin hubungan yang harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai persatuan dalam membentuk sikap toleransi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian meliputi pembina, pelatih, dan anggota ekstrakurikuler pencak silat yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan baahwa implementasi nilai persatuan dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, nilai persatuan terwujud melalui interaksi sosial yang menempatkan anggota dalam posisi setara, kerja sama dalam mencapai tujuan bersama, serta pembentukan identitas kolektif sebagai satu tim sekolah. Proses tersebut mendorong terbentuknya sikap toleransi yang ditandai dengan adanya penerimaan, penghormatan, dan penghargaan terhadap perbedaan. Faktor pendukung meliputi tujuan bersama, pembinaan yang menekankan nilai persaudaraan dan sportivitas, dukungan pembina dan sekolah, serta intensitas interaksi sosial yang tinggi. Sementara itu, faktor penghambat meliputi ego individu, prasangka dari lingkungan eksternal, serta dinamika pergantian anggota. Secara teoritis, temuan ini sejalan dengan teori kontak yang menegaskan bahwa interaksi dengan kondisi setara, kerja sama, tujuan bersama, dan dukungan institusi mampu mengurangi prasangka serta memperkuat hubungan sosial, sekaligus menunjukkan terbentuknya integrasi sosial di antara anggota.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Nilai Persatuan, Toleransi, Keberagaman, Pencak Silat, Ekstrakurikuler.</p> Aprilia Kanthi Prihatini, Anis Suryaningsih, Raharjo Raharjo ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/525 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Peran Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Siswa di Era Digital http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/505 <p>Perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital yang sangat cepat menghadirkan tantangan serius bagi dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter generasi muda. Pendidikan Agama Islam memiliki peran fundamental dalam menjaga sekaligus mentransformasikan nilai moral, spiritual, dan etika di tengah arus globalisasi digital. Artikel ini bertujuan menganalisis secara komprehensif peran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter siswa di era digital melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka. Sumber penelitian meliputi literatur klasik turats, karya akademik kontemporer, jurnal terindeks, serta sumber normatif Al-Qur’an dan hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai transmisi pengetahuan keagamaan, tetapi sebagai proses internalisasi nilai yang membentuk akhlakul karimah. Integrasi literasi digital dengan nilai Qur’ani seperti shidq, amanah, ‘iffah, dan ihsan menjadi fondasi penting dalam membangun karakter moderat, berintegritas, dan bertanggung jawab secara sosial di ruang digital.</p> <p>&nbsp;</p> Ali Mahbub ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/505 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Makna Sosial Tradisi Ndudut Mantu di Lamongan http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/453 <p>Tradisi <em>Ndudut Mantu</em> di Lamongan merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki keunikan tersendiri, karena menempatkan perempuan sebagai pihak yang melamar laki-laki dalam prosesi pernikahan. Fenomena ini tidak hanya menarik dari sisi adat, tetapi juga mengandung makna sosial yang penting untuk dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai, simbolisme, dan makna sosial yang terkandung dalam tradisi <em>Ndudut Mantu</em> bagi masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dokumentasi, serta studi literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini berfungsi lebih dari sekadar ritual pernikahan. Tetapi juga menjadi cermin penghormatan terhadap posisi perempuan, penguatan musyawarah keluarga, serta perwujudan nilai kebersamaan dalam masyarakat. Setiap tahapan prosesi, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, sarat dengan simbol yang memperkuat solidaritas, mempererat hubungan kekeluargaan, serta mempertegas identitas budaya masyarakat Lamongan. Dengan demikian, <em>Ndudut Mantu</em> bukan hanya sekadar tradisi seremonial, tetapi juga bentuk perilaku kolektif yang memperkuat ikatan sosial, meneguhkan nilai-nilai luhur, serta melestarikan warisan budaya yang tetap relevan di tengah perubahan zaman. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman budaya lokal serta menjadi rujukan bagi upaya pelestarian tradisi sebagai bagian dari kearifan lokal bangsa.</p> Diah Rukmini, Nurhana Marantika, Fransiska Az Zahroh ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/453 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Larangan Keluar Rumah Pada Malam Satu Suro Prespektif Pendidikan Aqidah Ahlussunnah http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/583 <p>Penelitian ini membahas tradisi larangan keluar rumah pada malam Satu Suro dalam perspektif pendidikan akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah di Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat terhadap tradisi malam Satu Suro serta pandangan akidah Islam terhadap keyakinan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, sesepuh desa, dan warga yang masih menjalankan tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan keluar rumah pada malam Satu Suro dipahami masyarakat sebagai bentuk kehati-hatian dan penghormatan terhadap tradisi leluhur. Generasi tua cenderung mempercayai tradisi tersebut secara lebih sakral, sedangkan generasi muda lebih memandangnya sebagai budaya yang perlu dihormati tanpa diyakini secara mutlak. Dalam perspektif Akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah, keyakinan bahwa malam Satu Suro dapat mendatangkan musibah secara mutlak bertentangan dengan prinsip tauhid. Namun, tradisi tersebut tetap dapat dilestarikan sebagai budaya selama tidak mengandung unsur syirik dan tahayul</p> Wiwik Zuliana Sukmawati, Darnoto Darnoto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/583 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Studi ‘Ulum Al-Qur’an Perspektif Insider/Outsider http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/576 <p>Studi <em>‘Ulum al-Qur’an</em> mengalami perkembangan yang cukup signifikan seiring dengan berkembangnya kajian keislaman, baik dalam tradisi intelektual Islam maupun dalam lingkungan akademik Barat. Perkembangan tersebut melahirkan dua perspektif utama dalam memahami Al-Qur’an, yaitu perspektif <em>insider</em> dan <em>outsider</em>. Perspektif <em>insider</em> menempatkan Al-Qur’an sebagai wahyu Allah yang menjadi dasar keyakinan dan pedoman hidup, sedangkan perspektif <em>outsider</em> cenderung memandang Al-Qur’an sebagai objek kajian ilmiah yang dapat diteliti melalui berbagai pendekatan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis studi <em>‘Ulum al-Qur’an</em> dalam perspektif <em>insider</em> dan <em>outsider</em> serta mengidentifikasi karakteristik, pendekatan, dan implikasi dari kedua perspektif tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (<em>library research</em>). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal nasional, jurnal internasional, dan literatur lain yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik <em>content analysis</em> melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif <em>insider</em> lebih menekankan pendekatan normatif-teologis yang berorientasi pada penguatan aspek keimanan, sedangkan perspektif <em>outsider</em> lebih menekankan pendekatan historis-kritis yang berorientasi pada analisis ilmiah. Meskipun memiliki perbedaan mendasar, kedua perspektif memberikan kontribusi terhadap perkembangan studi <em>‘Ulum al-Qur’an</em> dan dapat saling melengkapi dalam menghasilkan kajian yang lebih komprehensif.<em>&nbsp;</em></p> Syaiful Anas, Muhammad Miftah, Bilal Ibn Naim Baker ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/576 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 Transformasi Identitas Dan Peran Publik Muslimah di Era Digital: Perspektif Fenomenologis Terhadap Program Pemberdayaan Melalui Pendidikan Inovatif di Ma Qudsiyyah Putri Kudus http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/577 <p>Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan Islam, yang dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus mempertahankan nilai-nilai keislaman. Dalam konteks tersebut, pemberdayaan perempuan melalui pendidikan inovatif menjadi penting untuk membentuk Muslimah yang memiliki kapasitas intelektual, literasi digital, dan kemampuan berpartisipasi dalam ruang publik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendidikan inovatif dalam memperkuat peran publik Muslimah di era digital di MA Qudsiyyah Putri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, wakil kepala kurikulum, guru pembimbing riset, dan santriwati. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, pengelompokan tema, dan interpretasi makna pengalaman informan secara fenomenologis.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inovatif di MA Qudsiyyah Putri diimplementasikan melalui integrasi pendidikan berbasis Salaf dengan budaya riset dan literasi digital. Literasi digital tidak hanya dipahami sebagai kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga sebagai sarana memperoleh dan mengembangkan pengetahuan melalui aktivitas akademik. Keterlibatan santriwati dalam aktivitas riset berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan diri, penguatan kapasitas intelektual, serta perluasan peran publik Muslimah. Implementasi pendidikan inovatif didukung oleh fasilitas, pendampingan, dan jejaring kelembagaan, meskipun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu dan validasi data penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan inovatif dalam pendidikan Islam berperan penting dalam membentuk Muslimah yang adaptif, berdaya, dan memiliki otoritas intelektual di era digital.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> pendidikan inovatif, pemberdayaan perempuan, literasi digital, Muslimah, pendidikan Islam.</p> Mohammad Noval Azka, Salmah Fa’atin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/577 Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000